MTQ adalah kepanjangan dari Musabaqah Tilawatil Quran atau lomba membaca Al-Quran dengan lagu yang selama ini sudah dikenal. MTQ telah ada di Indonesia sejak tahun 1940-an sejak berdirinya Jami'iyyatul Qurro wal Huffadz yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama, ormas terbesar di Indonesia.Sejak tahun 1968, saat menteri agama dihabat K.H. Muhammad Dahlan (salah seorang ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) MTQ dilembagakan secara nasional. MTQ pertama diselenggarakan di Makassar pada bulan Ramadan tahun 1968. Kala itu hanya melombagakan tilawah dewasa saja dan melahirkan Qari Ahmad Syahid dari jawa Barat dan Muhammadong dari Sulawesi Selatan. MTQ kedua diselenggarakan di Banjarmasin tahun 1969. Tahun 1970 MTQ ketiga diselenggarakan di Jakarta dengan acara yang sangat meriah.
MTQ kini sudah berlangsung 25 kali. Kepulauan Riau akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke 25. Kini, tidak hanya lagu yang dilombagakan, juga termasuk cerdfas cermat, pidato, kaligrafi, dan lain sebagainya.
MTQ juga diselenggarakan antar dan di dalam instansi tertentu.
Lagu-lagu tilawah antara lain Bayati, Syika, Nahwand, Rost, Jiharka, dan lain sebagainya.
Qari-qari terkenal asal Indonesia antara lain: K.H. Aziz Muslim, K.H. Bashori Alwi, Hj. Rofiqoh darto Wahab, Hj. Nursiah Ismail, Hj. Aminah, Hj. Maria Ulfah, Muammar ZA, Muhammadong, Muhammad Ali, H. Wan Muhammad Ridwan Al-Jufrie' dan lain sebagainya
.
Gambar diatas adalah pada saat pembangunan untuk persiapan MTQN ke-25 di Dataran Engku Putri bulan Februari yang lalu. Pembangunan benar-benar dilakukan secara maksimal dari mulai aspal hingga bangunannya. Bahkan alun-alun yang biasanya digunakan untuk olahraga pagi agak dipersempit ruang lingkupnya karena ada pembangunan gapura.
MTQN ke-25 di Batam Kepulauan Riau ini
dijadwalkan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kementerian Agama
telah membuat surat permohonan resmi yang akan segera disampaikan ke Istana
Negara untuk memastikan kesediaan Presiden SBY membuka MTQN di Kepulauan Riau.
Sani mengatakan, Batam sudah siap menampung kafilah dari 34 provinsi. Dia mengharapkan, pelaksanaan MTQN 2014 mampu menunjukkan kehidupan beragama di Batam berjalan sangat baik dengan masyarakat yang heterogen. Selanjutnya, kepastian jadwal pelaksanaan MTQN akan dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.
Sani mengatakan, Batam sudah siap menampung kafilah dari 34 provinsi. Dia mengharapkan, pelaksanaan MTQN 2014 mampu menunjukkan kehidupan beragama di Batam berjalan sangat baik dengan masyarakat yang heterogen. Selanjutnya, kepastian jadwal pelaksanaan MTQN akan dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.
Target Provinsi Kepri di ajang MTQ Nasional nanti, bukan saja sukses
sebagai tuan rumah tapi juga sukses sebagai pemenang. Meraih kesuksesan
ini, tidak datang begitu saja melainkan harus berlatih dan berlatih.
”Saya optimis dan menaruh harapan besar, kafilah Kepri menorehkan
prestasi terbaik pada MTQ Nasional. Tapi, jangan sampai terlena
melainkan harus tetap waspada,” ingat Gubernur.
Semoga saja Kepri bisa sukses menjadi tuan rumah sekaligus sebagai juara umum di MTQ ke-25 tahun ini yang akan dilaksanakan tanggal 5-15 Juni 2014.
Semangat untuk kita semua yang akan mengikuti lomba MTQN tahun ini. Semoga ada manfaat dari semua kegiatan yang kita lakukan. Amin.
Jazakallah Khair
-Neko-
sumber:
http://batampos.co.id/13-02-2014/mtq-provinsi-ajang-pemanasan-mtq-nasional-ke-25-di-batam/
http://id.wikipedia.org/wiki/Musabaqah_Tilawatil_Quran